Welcome to Hypermart
Sign in    |    Sign up

7 Tips Menambah Nafsu Makan Anak

Nafsu makan seseorang pada umumnya dipengaruhi oleh hormon ghrelin atau leptin. Hormon ghrelin dapat membuat anak menjadi nafsu makan, sedangkan hormone leptin dapat menurunkan nafsu makan pada anak. Hormon ghrelin akan dilepaskan di perut yang kemudian akan memberikan sinyal lapar pada otak. Pada kasus ini, sering kali orang tua kebingungan karena mengatasi sulitnya anak untuk makan. Jika diteruskan anak bisa mengalami gangguan pada pertumbuhannya karena mogok makan ataupun susah makan. Karena untuk anak usia 2-3 tahun membutuhkan sekitar 1.000 kalori per hari, usia 4-8 tahun membutuhkan 1.200-1.800 kalori per hari, dan anak 9-13 tahun membutuhkan 1.600-2.200 kalori per hari.

Pertumbuhan anak tidak selamanya cepat. Ada waktu-waktu tertentu di mana kecepatan pertumbuhan anak akan menurun. Pada usia prasekolah, pertumbuhan anak tidak secepat masa sebelumnya. Sehingga, kebutuhan nutrisinya pun akan sedikit menurun menyesuaikan dengan pertumbuhannya.

Tak heran, nafsu makan anak pada masa prasekolah pun mungkin akan menurun. Jadi, ini adalah hal yang normal. Nafsu makan anak biasanya akan menyesuaikan dengan kebutuhan gizinya untuk mendukung pertumbuhannya.

Selain karena faktor pertumbuhan, nafsu makan anak yang menurun juga bisa disebabkan oleh keinginan anak yang lebih besar untuk mengeksplor lingkungan sekelilingnya. Pada masa prasekolah, anak biasanya lebih suka bermain dan terlibat dalam lingkungan sekitarnya, sehingga waktu makan anak mungkin menjadi tidak menentu dan nafsu makannya menurun.

Kurang nafsu makan pada anak maupun orang dewasa dapat disebabkan oleh berbagai hal, antara lain adalah stres, tegang, efek samping obat, rasa dan tampilan makanan yang tidak menarik, atau adanya kondisi medis tertentu. Cara mengatasinya, tentu harus disesuaikan dengan penyebabnya.

Namun, ada beberapa hal yang dapat Anda coba sebagai cara menambah nafsu makan anak, antara lain:

  1. Jangan memaksa anak
    Tindakan memaksa anak untuk makan dikhawatirkan justru dapat memancing ketegangan pada waktu makan. Hal ini dapat membuat anak kurang sensitif terhadap rasa lapar di kemudian hari.
  2. Berikan Tampilan yang menarik
    Berikan sajian tampilan yang beraneka ragam dan menarik mata, sehingga dapat membuat waktu makan menyenangkan. Anda bisa mengkombinasikan bermacam-macam sayur dengan warna berbeda, dan sajikan bersama sumber karbohidrat, protein, dan lemak, dalam porsi makan yang seimbang. Ini akan sangat mendukung kecukupan nutrisi pada anak dan membuat anak suka dengan tampilan yang menarik.
  3. Goda dengan aroma makanan
    Untuk menarik nafsu makan juga bisa melalui aroma makanan yang lezat dan menggoda. Bisa dengan menyajikan makanan hangat yang baru saja selesai dimasak, atau menghangatkan makanan sebelum disajikan.
  4. Bagi dalam porsi kecil
    Jika disajikan dalam porsi yang cukup besar, anak mungkin akan merasa kenyang terlebih dahulu sehingga tidak ingin memakan makanan yang sudah disajikan. Dengan membagi satu porsi penuh ke dalam bagian-bagian kecil akan membuat anak menjadi lebih senang untuk memakannya. Selain itu, porsi kecil akan mempermudah Anda untuk memberikannya kepada si kecil.
  5. Jangan memberi minum terlalu banyak
    Untuk menjaga nafsu makan dan mencegah rasa kenyang, sebaiknya jangan memberi minum terlalu banyak selama waktu makan. Berikan air, jus, teh, atau minuman lain pada anak setelah selesai makan agar tercukupi nutrisi dan serat yang baik untuk tubuh si kecil.
  6. Membuat makanan bersama anak
    Ajak anak-anak berbelanja dan menyiapkan makanan yang akan disajikan. Sebagai orang tua, Anda akan memiliki kesempatan mengetahui jenis makanan yang disukai anak, sekaligus menjelaskan nutrisi yang baik. Dengan cara ini, anak akan lebih bersemangat saat memakan masakannya sendiri yang dimasak bersama.
  7. Konsultasikan ke dokter
    Konsultasikanlah ke dokter jika masih tetap mengalami gangguan nafsu makan yang berlarut-larut. Kekurangan zat mineral tertentu, seperti zinc, diketahui dapat menurunkan nafsu makan dan memicu gangguan indera pengecap.

Itulah beberapa cara menambah nafsu makan anak yang terbilang sangat aman dan ampuh. Lakukan cara dan juga tips yang sudah disebutkan di atas sekarang juga agar anak mendapatkan kembali nafsu makannya. Selamat mencoba!

Leave a Reply

You may also like

Luar biasa! Dengan Cara Ini, Noda Bandel di Pakaian Hilang dalam Sekejap!


1. Bekas Keringat (Gunakan Air Lemon) Padatnya…



Arti Perlombaan pada 17 Agustus


Sesaat setelah masuk bulan Agustus sepertinya ada hal…



Mengejutkan! Air Cucian Beras Ternyata Banyak Manfaatnya!


Manfaat Air Cucian Beras Air cucian beras biasanya…



Ramadan Tiba! Siapkan Menu Praktis Untuk Sahur Dengan Tips Ini


Bulan puasa segera tiba kurang dari seminggu lagi.…



7 Tips Menambah Nafsu Makan Anak


Nafsu makan seseorang pada umumnya dipengaruhi oleh hormon…



Jus VS Smoothie


Hypermart Lovers, Jus dan smoothie adalah dua alternatif minuman sehat yang dapat dikonsumsi sehari-hari dan praktis pembuatannya. Keduanya memiliki manfaat untuk kesehatan. Jus dapat meberikan…



Atlet Asean Games Akan Mencicipi Makanan Tradisional


Tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah untuk event…



Resep Jajanan Jongkong Surabaya


Jongkong Surabaya adalah jajanan manis basah tradisional yang…



Resep Sup Jagung Telur yang Cocok untuk Cuaca Dingin


Jagung merupakan bahan makanan yang lezat serta bisa…



Ini Hal yang Perlu Diketahui Ketika Menyiapkan Perlengkapan Bayi!

Menyiapkan perlengkapan untuk calon buah hati merupakan hal yang paling menyenangkan. Terkadang karena terlalu banyak barang yang perlu dipersiapkan, calon orangtua menjadi bingung dan berujung membeli  banyak barang yang tidak dibutuhkan.

Nah berikut cara agar para calon orangtua tidak banyak membeli barang yang tidak dibutuhkan dan tetap membeli barang yang penting!

Apa saja kira-kira barang yang wajib dibeli?

Simak yuk barang yang wajib  dibutuhkan oleh Si Kecil!

  1. Baju Bayi (Lengan panjang dan pendek)
  2. Celana bayi
  3. Kaus kaki bayi
  4. Topi bayi
  5. Tadah iler
  6. Popok
  7. Krim Diaper
  8. Bantail bayi
  9. Kain Bedong
  10.  Minyak Telon

 

Leave a Reply

You may also like

BACK TO SCHOOL! 5 Tips Agar Anak Semangat Masuk Sekolah


Liburan sekolah merupakan waktu yang paling menyenangkan bagi…



5 Tips Membedakan Madu Asli dan Palsu


Madu memang menjadi salah satu bahan minuman alami…



Memasak Bubur Suro, Makanan Khas Saat Tahun Baru Islam


Besok umat Muslim akan memperingati Tahun baru Islam,…



Resep Roti Panggang


Belum memiliki ide dan Anda penggemar roti panggang untuk sarapan? Ingin coba sensasi lain dengan roti panggang tanpa mengindahkan kesehatan Anda? Coba resep sederhana ini…



Makanan Akan Melimpah Saat Lebaran. Bagaimana Cara Agar Tetap Sehat Walau Makan Banyak?


Makanan Akan Melimpah Saat Lebaran. Bagaimana Cara Agar Tetap Sehat Walau Makan Banyak? Hari raya Idul Fitri tinggal menghitung hari saja, moment yang di tunggu-tunggu…



Luar biasa! Dengan Cara Ini, Noda Bandel di Pakaian Hilang dalam Sekejap!


1. Bekas Keringat (Gunakan Air Lemon) Padatnya…



Luar Biasa! Kulit buah ternyata banyak manfaatnya! no 3 paling mengejutkan!


1.Apel Ternyata tidak hanya daging buahnya saja yang…



Praktis Menghilangkan Noda Membandel


Noda pada baju bisa membuat pemakainya tidak percaya diri alias…



5 Bahan Makanan yang Wajib Tersedia di Dapur


5 Bahan Makanan yang Wajib Tersedia di Dapur Hypermart Lovers pernah mengalami keadaan darurat di dapur dimana tidak ada bahan makanan sehat yang tersedia? Keadaan…



Digital Mom’ menghabiskan cukup banyak waktu menjelajahi internet untuk belanja maupun mencari tahu berbagai hal penting dan menarik untuk anak dan keluarganya. Tidak hanya mengenai pendidikan dan masa depan, tetapi juga asupan nutrisinya.

Apakah Hypermart Lovers mengenal atau adalah sorang ‘Digital Mom’?

Hypermart lovers, kita tahu susu adalah minuman yang kaya akan kalsium, sehingga baik untuk pertumbuhan dan kepadatan tulang.

Bukan cuma itu manfaatnya, susu merupakan sumber protein yang baik untuk pertumbuhan anak.
Mengapa? Karena untuk tumbuh, tubuh butuh protein. Pertumbuhan anak tidak akan terganggu jika kebutuhan proteinnya tercukupi.