Welcome to Hypermart
Sign in    |    Sign up

Tips Menyimpan Tahu yang Tepat Agar Tidak Cepat Asam dan Tahan Lama

Terbuat dari fermentasi kacang kedelai, tahu sering dikonsumsi sebagai pengganti daging. Olahan kedelai ini memang mengandung protein nabati yang cukup tinggi, sehingga mampu memberi asupan protein bagi para vegetarian atau bagi mereka yang tak bisa mengkonsumsi daging. Pengolahannya juga cukup mudah, dapat dimasak menjadi beragam jenis hidangan, mau ditumis bersama sayuran, digoreng biasa, atau dicampur dengan bumbu serta rempah-rempah dan disajikan sebagai makanan berkuah. Dengan tekstur yang lembut, tahu bisa dinikmati oleh segala usia. Bukan itu saja, harganya yang terjangkau pun membuatnya kerap disimpan sebagai pasokan bahan masakan sehari-hari. 

Di balik teksturnya yang lembut dan rapuh tersebut, tahu ternyata juga cukup rentan, hanya bisa disimpan beberapa hari saja. Belum lagi bila cara menyimpannya kurang tepat, baru satu hari saja, tahu sudah berubah menjadi asam dan basi. Menyimpannya di dalam kulkas saja tak cukup, namun dengan menerapkan metode tertentu, tahu yang disimpan bisa bertahan hingga satu minggu, bahkan lebih. Bagaimana caranya? Yuk, simak tipsnya berikut ini:

 

  1. Rendam dengan air bersih

Tahu yang baru dibeli di pasar atau supermarket, sebaiknya langsung dibilas dengan air bersih. Buang air tahu yang ada dalam bungkusnya, lalu rendam tahu dengan air bersih. Sebaiknya gunakan air yang sudah matang atau air minum. Kalau berniat untuk menyimpan tahu dalam jangka waktu lama, sebaiknya ganti airnya sehari sekali.

  1. Simpan dalam wadah kedap udara

Wadah atau tempat penyimpanan tahu juga perlu diperhatikan. Pilih wadah yang kedap udara dengan penutup rapat. Tahu yang disimpan dalam wadah kedap udara bisa lebih awet untuk mencegah tumbuhnya jamur atau bakteri. Fitur-fitur wadah ini sangat fungsional, membuatnya mudah disimpan, menjaga kesegaran tahu lebih lama, dan mencegah terjadinya kontaminasi.

  1. Rebus tahu dengan air mendidih

Didihkan air. Lalu segera masukkan tahu. Tahu yang sudah direbus ini nantinya bisa tahan sampai beberapa hari. Hanya saja memang teksturnya bakal terasa lebih padat atau keras ketika diolah atau dimasak untuk jadi hidangan yang kita inginkan.

  1. Rendam dalam larutan garam

Tahu yang sudah direbus bisa direndam dalam larutan garam selama beberapa menit. Lalu airnya diganti dengan air bersih atau air yang masih baru. Tahu pun bisa awet bahkan sampai seminggu lamanya.

  1. Masukkan tahu ke dalam kulkas

Agar lebih tahan lama, simpan tahu dalam wadah tadi ke dalam kulkas. Pastikan jika wadah tersebut tertutup dengan sempurna demi menghindari bakteri masuk. Jangan lupa cuci kembali tahu saat akan digunakan.

 

Bagaimana Hypermart Lovers? Cukup mudah kan cara menyimpan tahu agar tidak cepat asam dan tahan lama ini? Jangan lupa untuk praktikkan di rumah ya tips ini, ya!

Leave a Reply

You may also like

Tahun Baru Saka, Makna dan Harapan


Hari Raya Nyepi merupakan acara peringatan Tahun…



Cara Mengolah Daging Kambing Agar Empuk dan Tidak Bau


Saat Idul Adha tiba, biasanya kulkas di rumah…



Resep Cinnamon Roll


Memasak bisa menjadi salah satu kegiatan yang sangat…



Resep Korean Beef Bulgogi


Daging sapi mudah diolah menjadi makanan yang menggiurkan…



Manfaat Buah Delima Bagi Kesehatan


Delima merupakan buah dengan kandungan gizi cukup tinggi.…



Resep Spagetti Brulee Viral


Salah satu jenis pasta yang populer dan banyak…



Mengenal Perbedaan antara Cake dan Pastry


Saat memasuki ke toko kue atau roti, tentunya…



Tips Menghilangkan Bosan saat “Self Quarantine”


Meningkatnya jumlah pasien yang positif Corona di Indonesia…



Manfaat Mengkonsumsi Black Garlic, Bawang Putih yang Difermentasi


Selain bawang merah dan bawang putih, ada lagi…



Jenis-Jenis Saus Spesial untuk Pesta BBQ Tahun Baru

BBQ sering menjadi salah satu pilihan yang menyenangkan untuk pesta atau party di malam natal dan tahun baru bersama keluarga maupun teman. Barbeque atau kegiatan bakar-bakar ini bisa dilakukan dimanapun, termasuk di rumah. Tidak heran jika banyak orang yang menjadikannya sebagai pilihan terbaik untuk merayakan sesuatu. Berbeda jenis hidangan, berbeda juga jenis saus yang perlu Hypermart Lovers siapkan. Tidak harus memakai saus barbeque botolan, Hypermart Lovers juga bisa membuat saos sendiri di rumah agar rasanya makin spesial. Yuk kenali beberapa jenis saus yang bisa Hypermart Lovers buat sesuai dengan hidangan yang diinginkan. Simak di sini ya:

 

  1. Saus Mushroom

Tahun baruan ingin membuat olahan daging steak? Saus mushroom jadi salah satu saus steak yang banyak digemari oleh semua kalangan. Tekstur yang creamy, rasa yang gurih dengan tambahan cita rasa rempah membuatnya sangat cocok disandingkan dengan irisan daging empuk. Jika Hypermart Lovers ingin membuatnya sendiri di rumah, siapkan bahan-bahan berupa jamur portobello atau jamur kancing, butter, bawang bombay, bawang putih, cooking cream, lada hitam, tepung maizena, dengan sedikit daun bayam. 

 

  1. Saus BBQ

Jenis saus ini paling populer digunakan saat pesta BBQ di rumah. Dibandingkan saus mushroom, rasa saus barbeque cenderung lebih asam dan segar. Acidity pada saus ini bisa Hypermart Lovers dapatkan dari tomat, cuka atau vinegar. Warnanya yang kemerahan juga menjadi ciri khas, karena selain tomat biasanya ada tambahan bubuk paprika. Tak hanya untuk steak, saus ini cocok digunakan untuk sosis bakar dan iga bakar. Namun, saus BBQ ini berbeda lho dengan saus yang digunakan pada Korean barbeque.

 

  1. Saus Korean Barbeque

Salah satu tren kuliner yang hype tahun ini adalah Korean barbeque. Bagi pecinta drama korea, tentu tidak asing yang dengan potongan daging yang dipanggang kemudian dicocol saus dan dimakan dengan selada. Hidangan ini juga bisa jadi pilihan untuk pesta BBQ di rumah.

Berbeda dengan saus barbeque untuk beef steak, Korean barbeque sauce tidak terbuat dari tomat. Warnanya kehitaman karena terbuat dari kecap asin, brown sugar, bawang putih dengan vinegar. Untuk itu rasanya sedikit manis dan segar. Untuk membuat pesta Korean barbeque, Hypermart Lovers juga bisa menyiapkan aneka jenis bumbu khas Korea seperti gochujang dan chunjang.

 

  1. Saus Kecap Pedas

Berencana menghidangkan seafood pada malam natal dan tahun baru? Hidangan saus kecap pedas yang nikmat bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat. Saus kecap pedas ini cukup praktis dibuat karena tidak membutuhkan banyak bahan, cukup dengan  kecap manis, bawang merah, tomat, lada, dan cabai, Hypermart Lovers sudah bisa meracik saus kecap yang enak.

Saus kecap ini cocok disajikan bersama ikan, cumi, ataupun udang. Hypermart Lovers bisa merasakan sensasi yang berbeda jika menambahkan irisan daun jeruk ya ke dalam sausnya.

 

  1. Saus Black Pepper

Saus black pepper atau peppercorn sauce seringkali jadi pilihan di restoran steak. Cita rasa pedas dan sensasi hangat dari lada hitam ini cocok disajikan saat cuaca dingin. Hypermart Lovers bisa membuat saus black pepper dengan bahan yang cukup sederhana, seperti lada hitam, bawang putih, bawang bombay, saus tiram, dan tepung maizena sebagai pengental. Saus ini cocok disajikan bersama daging-dagingan, baik itu daging sapi, kambing, maupun ayam. 

Bagaimana Hypermart Lovers? Dari lima jenis saus di atas, mana yang jadi favoritmu untuk dijadikan santapan saat perayaan malam natal dan tahun baru?

Leave a Reply

You may also like

Mengenal Bumbu Dapur dan Manfaatnya


Sejak zaman penjajahan, Indonesia sudah dikenal dengan kekayaan…



Resep Sup Jagung Telur yang Cocok untuk Cuaca Dingin


Jagung merupakan bahan makanan yang lezat serta bisa…



Destinasi Wisata Saat Merayakan Tahun Baru!


Momen dan detik-detik pergantian tahun merupakan salah…



Tips Mengatasi Ruam Popok Pada Bayi


Jika Anda memiliki anak kecil, memang sudah…



Resep Dori Salted Egg


Akhir-akhir ini, makanan dengan sajian salted egg atau…



Resep Jus Susu Kurma, Minuman Segar Untuk Berbuka Puasa!


Kurma adalah jenis buah yang bisa tumbuh…



9 Mitos dan Fakta Tahun Baru Imlek


Sejak tahun 2003, hari raya Imlek telah menjadi…



Wow 3 Jenis Garam Berikut Ini Dapat Membuat Masakan Terasa Lezat! Nomer 2 Paling Mantap!


Garam merupakan bumbu dapur yang sangat penting dan dapat menambah kenikmatan masakan. Kehadiran garam dapat membuat makanan yang terasa hambar menjadi lezat. Di indonesia sendiri,…



Lima Makanan Tradisional Teman Perjuangan Saat Melawan Penjajah


Kemerdekaan Indonesia tidak pernah lepas dari sejarah. Salah…



Tips Memilih Beras Berkualitas, Baik dan Sehat

Mendapatkan beras yang berkualitas memang tidak mudah. Terlebih membedakan mana beras yang mengandung zat pemutih dan mana yang aman untuk dikonsumsi. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Mulai dari tekstur, bau, warna dan lain sebagainya. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan agar mendapatkan beras yang berkualitas, baik dan juga sehat :

  1. Perhatikan Warna Beras

Mengingat saat ini sudah banyak beras yang dicampur dengan berbagai pemutih. Maka memperhatikan warna beras sangat penting agar Anda benar-benar mendapatkan beras yang menyehatkan. Warna beras yang berkualitas sebenarnya bukanlah jenis beras yang terlalu putih. Karena bisa jadi warna beras tersebut memiliki kandungan pemutih. Sebaiknya, pilih warna beras yang memiliki warna bening dengan sedikit kekuningan.

  1. Perhatikan Tekstur Berasnya

Dari tekstur beras, Anda bisa melihat apakah beras tersebut tepat atau tidak untuk dikonsumsi. Beras yang berkualitas memiliki tekstur yang kuat dan tidak mudah patah saat ditekan. Sebaliknya, beras yang ketika ditekan mudah sekali hancur, itu menunjukkan bahwa beras tersebut sudah tidak layak konsumsi. Pilihlah beras yang kuat dan kokoh dengan cara menekan sampel dari beras yang ada.

  1. Pilih Beras yang Tidak Menempel saat Diremas

Beras yang menempel di tangan saat diremas menunjukkan bahwa beras tersebut memiliki kandungan pelicin. Hal ini disebabkan karena kandungan tersebut tidak baik untuk kesehatan dan dapat menimbulkan masalah pada tubuh seseorang.

  1. Amati Penampakan Berasnya

Lihat tekstur dan penampakan beras tersebut secara teliti. Apabila pada tekstur berasnya terdapat tekstur beras yang panjang atau tidak. Selain itu, lihat juga apakah di tangan Anda terdapat bekas seperti tepung atau tidak. Jika kedua tanda tersebut ada, maka itu menandakan bahwa berasnya sudah berumur tua.

  1. Pastikan Berasnya Tidak Terdapat Kutu

Umumnya, beras yang terdapat kutu menandakan bahwa beras tersebut sudah berumur lama. Dan beras yang usianya sudah lama, tentu saja tidak bersih dan kurang baik untuk kesehatan.

Akan tetapi, beras yang berkutu sebenarnya juga ada sisi positifnya. Karena itu tidak terdapat bahan atau zat kimia. Ada kalanya juga jenis beras yang baru berkutu karena terkontaminasi oleh beras yang lama.

  1. Cium Aroma Beras

Saat ini, di pasaran sudah banyak beredar jenis beras yang mengandung pewangi buatan. Beras yang mengandung pewangi buatan umumnya menimbulkan bau yang sangat wangi.  Apabila saat dicium beras tersebut menimbulkan aroma bau apek, maka itu menandakan bahwa berasnya sudah berusia lama. Sedangkan beras yang terlalu lama rasanya kurang enak. Selain itu, berasnya juga mudah busuk ketika dimasak. Oleh karena itu, pastikan Anda memilih beras yang aromanya wangi yang normal dan tidak berbau apek.

  1. Gigit Berasnya untuk Menguji Kualitas Berasnya

Beras yang memiliki kualitas baik, ketika digigit tidak mudah rapuh dan cenderung keras. Dan beras yang seperti ini sangat baik untuk kencing manis. Selain itu, saat dikonsumsi juga memiliki rasa yang enak dan pulen.

  1. 8. Pilih Beras yang Bersih dan Tidak Bercampur Kotoran

Beras yang bersih adalah beras yang tidak mengandung kotoran apapun. Baik itu kotoran berupa batu, gabah atau kotoran-kotoran yang lain. Karena beras yang bersih kesehatannya lebih terjamin. Rasa beras pun juga akan semakin enak.

Leave a Reply

You may also like

Tips Menjaga Kesehatan Tubuh agar tetap Sehat dan Bugar


Berbagai upaya menjaga kesehatan tubuh sebaiknya dilakukan…



Serupa Tapi Tak ama, Inilah Perbedaan Antara Pancake dan Waffle


Waffle dan pancake merupakan salah satu makanan…



Resep Jus Susu Kurma, Minuman Segar Untuk Berbuka Puasa!


Kurma adalah jenis buah yang bisa tumbuh…



Ragam Tradisi Lebaran di Indonesia


Tak terasa momen Hari Raya Idul Fitri tinggal…



Destinasi Wisata Saat Merayakan Tahun Baru!


Momen dan detik-detik pergantian tahun merupakan salah…



Ternyata 3 Jenis Ikan Bermanfaat Untuk Si Kecil


Bunda pastinya ingin memberikan gizi terbaik untuk buah…



Tips Mengolah Kepiting Agar Tidak Amis


Kepiting merupakan salah satu makanan seafood yang paling…



Jenis-Jenis Saus Spesial untuk Pesta BBQ Tahun Baru


BBQ sering menjadi salah satu pilihan yang menyenangkan…



Tips Memilih Minyak Goreng & Margarin yang Aman dan Sehat


Saat ini banyak sekali minyak goreng dan margarin…



Mengenal Perbedaan antara Cake dan Pastry

Saat memasuki ke toko kue atau roti, tentunya Anda akan melihat banyak kue yang dijual. Ada macam-macam kue yang menggugah selera mulai dari cake, pastry, biskuit dan masih banyak lagi. Dari banyaknya kue yang ada, ternyata cake dan pastry adalah kue yang berbeda lho! Selama ini, cake dan pastry sering dianggap sebagai kue yang sama. Banyak yang menganggap bahwa semua kue adalah sama dan hanya dibedakan dari tekstur serta rasanya saja. Berikut ini perbedaan cake dan pastry mulai dari bahan pembuatannya, bentuk, rasa hingga manfaatnya dan waktu dikonsumsinya.

Pastry adalah jenis olahan makanan dari beberapa kombinasi bahan yang pada umumnya terasa manis karena mengandung lemak yang diproses melalui tahap pembakaran, jenis makanan ini biasanya disajikan untuk dessert. Bakery merupakan bagian dari pastry yang bertanggung jawab pada pembuatan bread, danish, croissant dan produk lain yang disajikan setelah di oven atau baking. Pada bakery, setelah proses cooking masih diperlukan penanganan lagi seperti memberi rasa dan tampilan sesuai dengan keperluan.

Biasanya departemen pastry yang ada di hotel atau restaurant, bertugas membuat aneka kue dan dessert untuk keperluan mereka seperti breakfast, coffee break, lunch dan dinner. Sedangkan bakery merupakan salah satu bagian dari pastry yang tugasnya membuat keperluan pastry, sehingga mengapa bakery merupakan bagian dari pastry.

Pastry juga terbagi menjadi dua, yaitu kue–kue oriental dan kue-kue kontinental. Kue-kue indonesia termasuk jenis kue oriental, sedangkan yang termasuk kue continental adalah, yeast products, breads, cake and icings, cookies, pastries, cream, pudding, frozen dessert, candy.

Jenis tepung yang digunakan untuk pastry dan bakery pun berbeda, tepung pastry memiliki persentase gluten paling rendah yaitu 8%-9%. Sementara tepung untuk bakery mengandung gluten paling tinggi yaitu 11%-12%. Kesimpulannya, meski pastry dan bakery berbeda tapi tetap menjadi satu kesatuan dalam satu divisi yang memproduksi makanan ringan dan dipasarkan secara komersial. 

Bagaimana Hypermart Lovers? Sudah bisa membedakan antara Cake dan Pastry kan?

Leave a Reply

You may also like

Ramadan Tiba! Siapkan Menu Praktis Untuk Sahur Dengan Tips Ini


Bulan puasa segera tiba kurang dari seminggu lagi.…



Tips dan Trik Menjadi Traveler Pemula


Traveling berkeliling ke tempat-tempat wisata di tanah air…



Resep Baked Potato, Cocok Banget Untuk Sarapan Keluarga!


Sarapan sangat baik untuk kesehatan tubuh. Biasakan…



Tips Menggoreng Ikan Hingga Kering, Garing dan Renyah


Ikan merupakan sumber protein yang sangat baik. Ikan…



7 Tips Praktis Menghilangkan Bau Kulkas


Kulkas memang sering dipakai dan menyimpan banyak makanan,…



Resep buka puasa seru Lemon Cheesecake yang mudah banget dibuat


Halo Hypermart Lovers! Berbuka puasa identik dengan yang manis-manis, mulai dari minuman hingga makanan. Tentunya juga acara berbuka puasa terasa tidak lengkap jika tidak ditemani…



Manfaaat Mengkonsumsi Ikan Dori untuk Kesehatan


Ikan dori merupakan jenis ikan yang banyak dihidangkan…



Tips Menyiapkan Bekal Si Kecil untuk Pergi Ke Sekolah!


Setelah adanya pandemi corona, akhirnya pemerintah menerapkan sistem…



Manfaat Chia Seed Bagi Kesehatan


Chia seed adalah bijian-bijian kecil dari tanaman Salvia…



Mengenal Bumbu Dapur dan Manfaatnya

Sejak zaman penjajahan, Indonesia sudah dikenal dengan kekayaan rempahnya. Fungsi utama bumbu dan rempah-rempah dalam pengolahan makanan tentunya memberikan warna, rasa, dan aroma yang sedap pada masakan Indonesia. Walaupun bahannya sama, dengan formulasi bumbu yang berbeda, cita rasa masakan yang dihasilkan bisa beragam. Ada banyak sekali jenis-jenis bumbu, baik golongan bumbu segar, rempah kering, bumbu buatan, hingga aneka jenis bumbu siap pakai. Masing-masing masakan menggunakan bumbu yang berbeda. Salah dalam memilih atau menggunakan bumbu bisa menyebabkan masalah menjadi tidak sedap.

Dalam dunia kuliner, bumbu dan rempah digolongkan menjadi beberapa macam. Kategori pertama adalah golongan bumbu basah. Rempah-rempah seperti kunyit, kencur, temu kunci, jahe, serai, bawang-bawangan, cabai, dan daun bawang masuk dalam kategori ini. Sedangkan kategori kedua adalah bumbu kering. Di antaranya kayu manis, lada, pala, jinten, kapulaga, ketumbar, dan cengkih. Yuk, kenali lebih dalam berbagai bumbu dapur wajib khas nusantara untuk bantu sempurnakan cita rasa dari masakan:

  1. Bawang Merah & Bawang Putih

Bawang merah dan bawang putih bisa dikatakan sebagai rempah paling populer dan hampir digunakan sebagai bumbu dasar dari berbagai hidangan. Selain memberikan rasa yang lebih gurih, kedua bumbu ini kerap digunakan karena aromanya yang harum ketika ditumis dengan minyak goreng.

Selain dimasak bersama kuliner lainnya, bawang merah dan bawang putih kerap digoreng untuk dijadikan bawang goreng sebagai pelengkap hidangan dengan cara ditaburi diatas makanan seperti soto, nasi goreng, bubur ayam, dan makanan lainnya.

  1. Bawang Bombay

Selain bawang merah dan bawang putih, rempah lain yang termasuk dalam bumbu dapur wajib adalah bawang bombay. Bawang bombay memiliki ukuran yang lebih besar dan membulat. Dibandingkan dengan bawang merah dan bawang putih, bawang bombay memiliki harum yang tidak terlalu tajam namun harum.

Selain ditumis, bawang bombay juga biasa disantap dalam kondisi segar sebagai campuran dari salad dan juga bisa disajikan sebagai camilan onion ring dengan menggorengnya dalam balutan tepung. Sama halnya dengan bawang merah dan putih, bawang bombay memiliki dua varian yang dibedakan dari warnanya. Bawang bombay kuning dan bawang bombay merah.

  1. Berbagai Jenis Cabai

Bahan dasar dapur wajib selanjutnya adalah cabai. Karena Indonesia terkenal akan rasa kulinernya yang pedas, ada banyak sekali varian dari bumbu dapur satu ini dengan tingkat pada yang berbeda-beda. Untuk mendapatkan tingkat pedas paling tinggi, Anda bisa mencoba menggunakan cabai rawit dan cabai burung, sedangkan cabai keriting bisa jadi pilihan pemberi rasa pedas namun tidak setajam cabai rawit. Biasanya bumbu dapur wajib satu ini diolah dengan cara ditumbuk dan dihaluskan dalam hidangan nusantara.

Namun, dalam hidangan yang lebih modern, cabai umumnya hanya diiris sebelum digunakan untuk memasak. Selain digunakan dalam keadaan segar, cabai juga bisa dikeringkan.

  1. Merica

Merica juga dikenal dengan nama lada merupakan bumbu dapur yang memiliki cita rasa pedas dan sedikit pahit. Merica atau lada biasa menjadi bagian dari hidangan khas Indonesia seperti bumbu ayam goreng, sop, dan berbagai hidangan lainnya. Bumbu dapur ini juga tersedia dalam bentuk bubuk untuk digunakan sebagai pelengkap makanan-mu. Lada bubuk ini bisa Anda tabur ke berbagai makanan seperti mie, soto, dan lainnya.

  1. Jahe

Selain terkenal sebagai bahan dasar memasak, bumbu dapur satu ini juga kerap digunakan sebagai obat-obatan. Jahe memiliki cita rasa pedas dan biasa digunakan untuk kuliner bersantan dan juga ditumis. Selain masakan, jahe juga kerap menjadi bahan dalam membuat minuman-minuman hangat seperti wedang jahe.

  1. Lengkuas

Sekilas bumbu dapur satu ini terlihat seperti jahe, namun lengkuas memiliki cita rasa dan fungsi yang berbeda. Lengkuas umumnya digunakan untuk memasak kuliner bersantan, sayur asem, dan berbagai masakan tumisan. Lengkuas memiliki aroma yang lebih wangi dan rasa pahit keasaman khas rempah-rempah. 

  1. Serai

Bumbu dapur selanjutnya memiliki fungsi untuk memberikan aroma pada masakan. Berbentuk seperti rumput ilalang, serai atau sereh ini digunakan dengan mengiris atau mememarkan bagian bonggol-nya. Selain makanan, serai juga bisa digunakan sebagai bahan untuk membuat minuman-minuman tradisional.

  1. Kunyit

Rempah-rempah satu ini nggak cuma digunakan untuk memberikan warna tapi juga menghilangkan aroma-aroma tak sedap dari bahan-bahan makanan berbentuk daging baik sapi, ayam, ataupun ikan. Selain itu, bumbu dapur ini juga merupakan bahan dasar yang kerap digunakan dalam membuat jamu tradisional.

  1. Daun Salam

Jika kebanyakan bumbu dapur sebelumnya merupakan umbi, bumbu dapur selanjutnya berupa daun. Daun salam memiliki fungsi memberikan aroma khas dalam masakan-masakan seperti lodeh, opor, dan berbagai hidangan yang menggunakan santan lainnya. Selain itu, daun salam juga bisa membantumu mengusir aroma-aroma tak sedap dari hidangan seafood. Maka dari itu, daun salam sering menjadi salah satu bumbu pelengkap ikan bakar ataupun pepes ikan.

  1. Daun Jeruk

Selain daun salam, daun jeruk juga sering digunakan sebagai bumbu dapur untuk memberikan aroma lebih sedap pada hidangan. Daun jeruk yang sering digunakan sebagai bumbu dapur adalah jeruk purut. Sama halnya dengan daun salam, daun jeruk biasanya diiris atau disobek sebelum ditumis atau dimasak bersama bumbu dapur lainnya.

  1. Ketumbar

Meskipun berasal dari daratan Eropa Selatan, rempah-rempah satu ini merupakan bumbu dapur yang cukup populer digunakan dalam berbagai hidangan tradisional di Indonesia. Ketumbar yang berbentuk bijian ini biasanya akan ditumbuk atau geprek sebelum digunakan untuk memberikan aroma yang sedap dan lembut pada hidangan.

  1. Kayu Manis

Bumbu dasar dapur lainnya adalah kayu manis yang sebenarnya merupakan kulit kayu yang didapat dari beberapa jenis spesies pohon Cinnamomum. Selain memberikan aroma manis, bumbu dapur ini juga memberikan rasa segar pada masakan. Selain pada hidangan masakan, bahan dasar ini juga kerap menjadi pelengkap bahan membuat minuman dan juga kue.

  1. Kemiri

Bumbu dapur selanjutnya adalah kemiri yang juga terkenal sebagai bahan penyubur rambut. Sebelum digunakan Biji kemiri sebelumnya disangrai atau ditumis dengan minyak terlebih dahulu sebelum dicampur kedalam masakan untuk mengentalkan masakan dan juga memberikan rasa gurih pada hidangan.

  1. Asam Jawa

Sesuai dengan namanya, bumbu dapur ini memiliki fungsi memberikan rasa asam yang segar pada masakan. Asam jawa biasa digunakan pada sayur asam dan juga gado-gado untuk memberikan rasa yang lebih segar.

  1. Pala

Pala merupakan bumbu dapur yang memiliki cita rasa menyerupai merica namun dengan aroma yang lebih sedap. Bumbu dapur ini berasal dari kepulauan sekitar Maluku dan kerap digunakan dalam hidangan-hidangan berkuah. Karena rasa dan aromanya yang sangat kuat, penggunaannya haruslah sangat ditakar.

  1. Kapulaga

Bahan dasar dapur selanjutnya adalah Kapulaga yang merupakan penyedap rasa alami yang biasanya banyak ditemukan dalam berbagai kuliner khas padang. Kapulaga juga sering ditemukan sebagai bahan membuat jamu karena memiliki berbagai khasiat kesehatan seperti manfaat analgesik dan juga baik untuk menutrisi tulang.

  1. Cengkeh

Bumbu dasar dapur terakhir adalah cengkeh yang merupakan rempah asli Indonesia yang sangat populer akan khasiatnya memberikan aroma dan rasa yang lebih sedap pada masakan. Saking banyak yang menyukai aromanya, minyak ekstrak cengkeh kerap menjadi bahan tambahan dalam membuat parfum, lho. Bumbu dapur ini biasa digunakan untuk hidangan berkuah dan populer digunakan pada hidangan India dan juga Timur Tengah.

Leave a Reply

You may also like

8 Makanan Khas Imlek dan Maknanya


Tak terasa perayaan Tahun Baru Imlek akan segera…



5 Jenis Minyak Goreng yang Lebih Sehat Untuk Memasak! No 2 Paling Mantap!


Hai, Hypermart Lovers! Bagi masyarakat Indonesia yang terbiasa dengan makanan yang  digoreng,  minyak goreng merupakan salah satu komponen penting dan bahan yang dibutuhkan. Namun, tahukah…



Resep Ayam Tangkap Khas Aceh


Indonesia memang terkenal dengan beragam kuliner yang ada.…



Hilangkan Bosan di Rumah, Yuk Buat Dessert Box Coklat yang Manis dan Lezat!


Memasak menjadi aktivitas menyenangkan bagi banyak orang. Apalagi…



Resep Tomyam Seafood Segar khas Negeri Gajah


Seafood merupakan salah satu makanan yang cukup digemari…



Ternyata air cucian beras masih ada manfaatnya! untuk apa saja?


Apa yang Anda lakukan dengan air cucian beras?…



Tips Mengolah Kepiting Agar Tidak Amis


Kepiting merupakan salah satu makanan seafood yang paling…



Mengenal Istilah Plant Based Diet dan Bahan Makanannya


Akhir-akhir ini, banyak orang yang sudah menyadari akan…



Cara Mudah Mengencangkan Kulit Wajah Secara Alami


Dengan bertambahnya usia, banyak orang melakukan cara mengencangkan…



Mitos dan Fakta tentang Buah Durian

Memiliki aroma yang sangat khas serta memiliki rasa yang sangat legit dan manis membuat banyak orang tergila-gila dengan nikmatnya buah durian. Bahkan, karena rasanya yang sangat nikmat, durian dinobatkan sebagai raja buah. Di Indonesia sendiri, buah durian memang menjadi salah satu buah yang paling banyak disukai. Apalagi ketika musim durian telah tiba, dengan mudahnya kita bisa menemukan penjual durian di pinggir jalan. 

 

Di balik rasanya yang terkenal sangat nikmat, tidak sedikit juga orang yang tak menyukai buah durian. Ada yang tak menyukai baunya, ada juga yang tidak menyukai rasa serta teksturnya yang lembek. Terlepas dari itu semua, ternyata ada beberapa mitos dan fakta tentang durian yang beredar di masyarakat. Kira-kira apa saja ya mitos dan faktanya? Yuk langsung aja kita lihat di bawah ini.

 

  • Makan durian bisa meningkatkan berat badan?

Jawabnya: Benar dan fakta.

Memakan 1 buah durian dengan berat 1 kg = memasukkan 1350 kalori ke dalam tubuh. Itu berarti Anda telah menghabiskan “jatah” 68% dari 2000 kalori yang direkomendasikan untuk kebutuhan kalori harian orang dewasa. 1 biji durian sendiri (setara 40 g) memiliki 54 kalori. Jadi kesimpulannya, iya. Makan durian dapat meningkatkan berat badan. Namun kembali lagi seberapa porsi Anda menghabiskannya.

 

  • Durian Dapat Meningkatkan Kolesterol?

Jawabnya: Salah dan Mitos.

Faktanya durian memiliki 0 kolesterol. Kolesterol sendiri dapat ditemukan pada makanan yang mengandung lemak jenuh seperti daging merah, seafood dan produk susu. Durian memiliki lemak tak jenuh rantai tunggal yang dapat membantu menurunkan kolesterol LDL Anda. Justru belakangan ini diketahui malah buah alpukat yang memiliki kandungan kolesterol.

 

  • Durian kaya akan nutrisi?

Jawabnya: Benar dan Fakta.

Durian secara alami kaya akan potassium, serat, besi, vitamin C dan vitamin B kompleks. King of fruit ini juga dapat meningkatkan kekuatan otot, tekanan darah, pergerakkan saluran cerna dan baik untuk kulit. Selain itu juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan membantu pembentukkan sel darah merah.

 

  • Makan durian dan minum bir bersamaan bisa menyebabkan kematian?

Jawabnya: Salah dan Mitos.

Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa keduanya merupakan kombinasi yang mematikan. Namun memang tidak dapat dipungkiri jika dikonsumsi bersamaan maka dapat menyebabkan rasa yang tidak nyaman pada perut, gangguan saluran cerna dan gangguan pada hati. Hal tersebut dikarenakan timbulnya kesulitan metabolisme lemak dan gula yang terkandung dalam durian dan bir, terlebih bila dikonsumsi secara bersamaan.

 

  • Durian Bahaya Untuk Penyandang Diabetes?

Jawabnya: Benar dan Fakta.

Sayang sekali, jika Anda menderita diabetes, Anda harus menjauhi buah yang satu ini dikarenakan tingginya kadar gula yang terkandung di dalam durian. Durian sendiri mengandung gula sederhana yaitu: sukrosa, fruktosa dan glukosa yang dapat langsung meningkatkan kadar gula di dalam darah Anda. 

 

  • Makan durian dapat meningkatkan gairah seksual?

Jawabnya: Salah dan Mitos.

“Rasa panas” yang ada di dalam buah durian memang dapat meningkatkan temperatur tubuh Anda. Namun bukan berarti buah ini merupakan suatu afrodisiak yang dapat meningkatkan libido.

 

  • Durian dapat meningkatkan energi secara instan?

Jawabnya: Benar dan Fakta.

Dikarenakan tingginya karbohidrat yang terkandung di dalamnya, durian dapat meningkatkan level energi secara cepat (pada individu yang sehat). Kadar potassium yang tinggi di dalam durian juga dapat membantu mengurangi kelelahan, stres mental dan kecemasan.

Durian nyatanya memang buah yang kaya akan nutrisi. Jika dikonsumsi dalam batas yang cukup, maka durian dapat memberikan pasokan vitamin, mineral dan lemak baik. Konsumsilah dalam jumlah yang sewajarnya yaitu sekitar 2-3 biji.

Leave a Reply

You may also like

Cara Memilih Buah dan Sayur yang Baik


Tubuh sehat dan bugar merupakan dambaan bagi setiap…



Resep Salmon Mentai Rice, Hidangan Hits Masa Kini!


Ikan salmon merupakan salah satu sumber protein hewani…



Resep dan Tips Membuat Bakso Ikan Kenyal dan Lembut


Banyak yang mengira jika bakso adalah makanan…



Fakta Unik Tentang Bayi Baru Lahir


Di balik tubuh mungil, wajah menggemaskan, dan kulitnya…



Resep Jus Susu Kurma, Minuman Segar Untuk Berbuka Puasa!


Kurma adalah jenis buah yang bisa tumbuh…



Berbagai Jenis Buah untuk Jantung Sehat


Mengatur pola makan sehat merupakan kunci utama dalam…



Tahun Baru Saka, Makna dan Harapan


Hari Raya Nyepi merupakan acara peringatan Tahun…



Jarang Terekspos, Inilah Tempat Wisata di Indonesia yang Wajib Dikunjungi!


Indonesia terbentang dari Sabang sampai Merauke. Sejauh…



Cara Tepat Agar Anak Gampang Makan


Disaat anak susah makan saat disuapi makanan atau…



Berbagai Jenis Buah untuk Jantung Sehat

Mengatur pola makan sehat merupakan kunci utama dalam menjaga kesehatan jantung. Makanan dengan lemak trans, lemak jenuh dan gula yang tinggi sudah pasti harus dihindari demi jantung yang sehat. Asupan makanan yang Anda konsumsi dapat mempengaruhi tekanan darah, peradangan, gula darah, sampai kadar kolesterol. Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Ada banyak jenis buah untuk penyakit jantung yang baik untuk dikonsumsi oleh para penderita gangguan jantung. Namun, tidak hanya bagi penderita penyakit jantung, buah-buahan ini juga diketahui baik dikonsumsi oleh orang dengan jantung yang sehat guna mengurangi risiko terkena penyakit jantung. Untuk mencegah dan membantu proses pemulihan pasca terkena penyakit jantung, Anda dapat mengkonsumsi beberapa jenis buah untuk penyakit jantung berikut ini:

  1. Pisang

Pisang kaya akan vitamin C, vitamin B6, dan kalium. Kalium merupakan mineral yang memiliki khasiat untuk menurunkan tekanan darah dan melemaskan dinding pembuluh darah. Selain itu, pisang juga memiliki kandungan garam atau natrium yang rendah.

Kombinasi natrium rendah dan kalium tinggi ini dapat membantu mengendalikan tekanan darah agar tetap stabil, sehingga risiko terkena penyakit jantung pun berkurang.

  1. Buah sitrus

Buah sitrus merupakan golongan buah yang terdiri dari jeruk, lemon, jeruk limau, jeruk nipis, dan pomelo. Buah-buahan ini mengandung serat serta antioksidan flavonoid dan vitamin C yang diketahui baik untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Tidak hanya itu, buah sitrus juga baik dikonsumsi untuk membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah agar tidak membentuk plak yang dapat menyumbat pembuluh darah jantung.

  1. Apel

Apel terbukti dapat mengurangi kadar kolesterol jahat dalam tubuh, sehingga membantu melindungi jantung. Bahkan, mengkonsumsi satu buah apel setiap hari selama satu bulan dipercaya dapat mengurangi risiko terbentuknya sumbatan pada pembuluh darah hingga 40%.

  1. Alpukat

Alpukat memang mengandung lemak. Namun, jenis lemak yang terkandung di dalamnya adalah jenis lemak sehat yang disebut lemak tak jenuh tunggal. Lemak ini bisa membantu mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh.

Tak hanya itu, buah ini juga dapat meningkatkan kadar lemak baik (HDL) dalam tubuh, serta kaya akan antioksidan dan kalium yang bermanfaat bagi kesehatan jantung.

  1. Anggur

Buah anggur merah mengandung senyawa resveratrol yang banyak ditemukan di bagian kulitnya. Senyawa inilah yang memberikan warna merah keunguan pada buah anggur. Resveratrol diketahui memiliki sifat antioksidan yang baik untuk mencegah penyumbatan pembuluh darah jantung.

Tak hanya itu, anggur juga membantu menurunkan tekanan darah tinggi dan kolesterol, serta mengatasi peradangan.

  1. Tomat

Buah berwarna merah ini merupakan sumber antioksidan likopen. Likopen dipercaya bisa membantu menghilangkan lemak jahat, mencegah penyumbatan pada pembuluh darah, hingga mengurangi risiko serangan jantung.

  1. Beri

Buah beri, seperti stroberi, rasberi, dan bluberi, mengandung antioksidan antosianin yang memberi warna merah dan biru. Senyawa tersebut baik untuk jantung karena dipercaya mampu menjaga kelenturan pembuluh darah, menstabilkan tekanan darah, serta mengurangi peradangan.

Karena khasiat tersebut, buah beri dianggap baik untuk pemulihan setelah sakit jantung serta mengurangi risiko munculnya kembali penyakit jantung.

  1. Delima

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi jus delima setiap hari selama 3 bulan secara rutin dapat membantu melancarkan sirkulasi darah ke jantung.

Delima mengandung banyak antioksidan, termasuk antosianin dan polifenol, yang dapat menjaga kelenturan pembuluh darah dan mencegah tekanan darah tinggi.

  1. Aprikot


Buah kecil berwarna oranye ini, mengandung banyak antioksidan, seperti beta karoten, vitamin A, C, dan E. Hebatnya lagi, aprikot juga memiliki flavonoid seperti apel.Flavonoid pada aprikot, datang dalam bentuk asam klorogenat, katekin, dan kuersetin. Komponen inilah yang menetralkan radikal bebas, sehingga penyakit jantung, dapat dihindari.Sama seperti kebanyakan buah, aprikot mengandung banyak air, sehingga tekanan darah dan detak jantung, dapat dikontrol.

Leave a Reply

You may also like

Benarkah minum teh dapat mengatasi masalah susah tidur? temukan jawabannya disini!


Teh hangat dikenal dapat membuat tidur lebih nyenyak.…



Makanan Hitam Nan Menggiurkan Yang Ramai Diperbincangkan


Pada awal tahun ini, dunia kuliner digegerkan dengan…



Wow 3 Jenis Garam Berikut Ini Dapat Membuat Masakan Terasa Lezat! Nomer 2 Paling Mantap!


Garam merupakan bumbu dapur yang sangat penting dan dapat menambah kenikmatan masakan. Kehadiran garam dapat membuat makanan yang terasa hambar menjadi lezat. Di indonesia sendiri,…



Fakta Unik Tentang Bayi Baru Lahir


Di balik tubuh mungil, wajah menggemaskan, dan kulitnya…



Jenis Bahan Makanan yang Tidak Boleh Disimpan di Kulkas


Kulkas atau lemari pendingin dan freezer saat ini…



Resep Cumi Bakar Madu


Menu seafood yang satu ini merupakan salah satu…



Kegiatan-Kegiatan Ngabuburit Saat #DirumahAja, Jadi Makin Asik!


Bulan Ramadan sangat erat kaitannya dengan ngabuburit atau…



Resep Sate Susu Khas Bali, Yang Hanya Ada Pada Bulan Ramadan!


Ramadan memang bulan yang istimewa. Di beberapa tempat…



Resep Jus Susu Kurma, Minuman Segar Untuk Berbuka Puasa!


Kurma adalah jenis buah yang bisa tumbuh…



Cara Memberishkan Lobster yang Tepat!

Lobster merupakan salah satu jenis udang besar yang dikenal baik sebagai salah satu seafood mewah dengan harga yang lumayan namun disisi lain juga banyak sekali mengandung  nutrisi. Lobster terkenal sebagai bahan makanan yang dapat diolah menjadi berbagai jenis menu lezat, mulai yang sederhana bahkan hingga yang kompleks sekalipun. Tidak heran bila memang banyak orang yang menggemari olahan seafood yang satu ini. Untuk menyajikan hidangan lobster yang terbaik maka disarankan untuk membeli lobster yang segar dan masih hidup. Jika bertujuan untuk membeli Lobster, yuk simak di sini cara membersihkan Lobster yang tepat :

  1. Memilih lobster segar dan persiapkan alat-alatnya

Setelah memastikan bahwa lobster pilihan Anda merupakan jenis yang segar dan siap diolah, maka untuk selanjutnya Anda dapat mempersiapkan alat-alatnya. Hal yang dapat Anda persiapkan antara lain sarung tangan, gunting atau pisau. Alasannya adalah lobster memiliki cangkang yang sangat kuat sehingga memerlukan alat tajam untuk membantu membersihkan. Selain itu sarung tangan dapat melindungi kulit tangan dari sayatan akibat cangkang lobster.

  1. Rebus lobster sesaat setelah dicuci

Untuk memastikan lobster bersih sempurna, maka cucilah terlebih dahulu hingga bersih di bawah air mengalir.

Langkah selanjutnya adalah merebus lobster dengan waktu singkat. Patut diingat bahwa waktu perebusan yang dilakukan hanyalah 30 detik saja karena fungsi utamanya hanya sebagai pembersihan, bukanlah mematangkan. Segeralah angkat lobster dan rendam sesaat dengan air dingin.

  1. Pisahkan bagian kepala dan capit

Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah dengan memisahkan bagian kepala dan capit. Untuk langkah ini sebenarnya opsional sebab Anda dapat memilih untuk mengolah lobster secara utuh atau pun dipotong terlebih dahulu, namun setidaknya dengan dipotong maka proses pematangan dapat berjalan lebih mudah. Selanjutnya, pisahkan bagian kepala sebab ada banyak kotoran dan cairan di dalamnya. Setelah itu, pisahkan bagian kaki-kaki kecil dan capitnya secara perlahan. Pastikan bahwa tidak hancur agar hasilnya nanti bagus.

  1. Mencuci darah lobster dan membersihkan jeroannya

Sebagai makhluk hidup wajar saja bila lobster memiliki darah atau pun jeroan di dalam tubuhnya. Anda dapat membersihkan bagus darahnya yang berwarna hijau terlebih dahulu di bawah air mengalir, biasanya darah lobster akan cenderung berbentuk mirip gelatin bila dibiarkan terlalu lama. Cuci saja hingga tak terasa lengket lagi.

Setelah itu, bersihkan jeroannya dan bagian insangnya hingga benar-benar bersih dan hanya tersisa bagian dagingnya saja. Bila jeroan dibiarkan, maka dikhawatirkan merusak cita rasa dari lobster.

  1. Membelah cangkang lobster

Cara ini merupakan langkah final yang dapat dilakukan selama membersihkan lobster. Anda dapat memilih untuk menggunakan gunting bila khawatir daging lobster akan rusak, namun bila Anda telah terbiasa maka tak apa bila menggunakan pisau.

Berhati-hatilah saat membelah cangkang sebab daging lobster cenderung mudah rusak apalagi bila dibelah setelah direbus. Cukup belah dari bagus ekor ke atas dan pisahkan keduanya dengan menggunakan tangan.

Leave a Reply

You may also like

Ternyata Es Teh Manis Tidak Cocok Untuk Berbuka Puasa! Temukan Jawabannya disini!


Saat berbuka puasa yang banyak sekali orang-orang yang…



Benarkah minum teh dapat mengatasi masalah susah tidur? temukan jawabannya disini!


Teh hangat dikenal dapat membuat tidur lebih nyenyak.…



Tips Menghilangkan Bosan saat “Self Quarantine”


Meningkatnya jumlah pasien yang positif Corona di Indonesia…



Resep Onigiri Tuna Mayo Mudah dan Lezat


Onigiri atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan nasi…



Tips Sukses Membuat Roti


Roti merupakan salah satu makanan yang memiliki sejarah…



Tips dan Trik Menjadi Traveler Pemula


Traveling berkeliling ke tempat-tempat wisata di tanah air…



7 Tips Praktis Menghilangkan Bau Kulkas


Kulkas memang sering dipakai dan menyimpan banyak makanan,…



Cintai Lingkungan, Seperti Mencintai Diri Sendiri


Tahukah Hypermart Lovers bahwa setiap tanggal 10 Januari,…



Resep Spagetti Brulee Viral


Salah satu jenis pasta yang populer dan banyak…



Bahan-bahan Alami Pengganti Micin

Bagi pecinta kuliner dan masak memasak, tentu sudah nggak asing lagi dengan MSG atau yang sering disebut micin. MSG atau kependekan dari monosodium glutamate adalah penyedap rasa yang biasanya ditambahkan pada makanan. MSG dipercaya dapat membuat masakan jadi lebih nikmat karena memberikan rasa umami. Namun, Micin diketahui bisa memberikan efek buruk bagi kesehatan tubuh bila dikonsumsi secara berlebihan. Bila terus memakai micin saat memasak juga mengakibatkan dampak kesehatan dalam jangka panjang. Oleh karena itulah Anda harus mengontrol penggunaan micin saat memasak. Untuk menyedapkan makanan, sebenarnya Anda bisa menggunakan penyedap alami. Penyedap alami pengganti micin ini bisa Anda temukan dimana-mana, dan beberapa rempah saat memasak pun bisa dijadikan penyedap alami menggantikan micin. Beberapa makanan berikut ini bisa dijadikan pengganti MSG pada masakan.

  1. Garam
    Garam adalah penyedap alami dan paling efektif menjadikan makanan sedap. Meski demikian, garam membutuhkan bumbu atau rempah-rempah lain untuk mendukung munculnya makanan yang sedap.
  2. Terasi
    Terbuat dari udang rebon, terasi memiliki aroma dan rasa sedapnya sendiri yang berbeda dari micin. Terasi lebih umum digunakan dalam makanan Asia Tenggara. Tambahkan secukupnya jika ingin memberi rasa sedap pada makanan.
  3. Kecap asin
    Kecap asin juga bisa menjadi pengganti garam namun dengan citarasa lebih sedap karena tambahan bahan kedelai.
  4. Bawang
    Bawang, baik itu bawang putih, merah, bombay ataupun varian bawang berupa dedaunan juga sangat baik memberi aroma gurih dan sedap yang alami.
  5. Keju
    Dalam berbagai makanan Barat, keju mungkin menjadi salah satu penyedap alami yang menambah gurih berbagai makanan karena rasanya yang asin dan creamy, seperti pasta, sup dan lain sebagainya.
  6. Saus tiram
    Saus tiram seperti pengganti MSG yang cocok digunakan untuk berbagai sajian tumisan. Saus tiram terbuat dari ekstrak tiram yang gurih, dan lebih umum digunakan untuk makanan Asia.
  7. Kaldu daging, seafood atau sayur
    Kaldu adalah penyedap dan mencipta rasa yang kaya, bisa dibuat dari berbagai bahan makanan, terutama daging. Tapi ada kalanya juga bisa dibuat dari rebusan udang atau sayuran. Pilih saja mana yang dibutuhkan.
  8. Jamur
    Jamur secara alami ternyata memiliki kemampuan menyedapkan masakan, bahkan ada kaldu jamur yang banyak dijual di pasaran. Cukup tambahkan potongan jamur ke dalam masakan untuk menambah kesedapan makanan.
  9. Ikan teri
    Ikan teri memiliki aroma dan rasa guih alami dan biasa digunakan untuk tambahan membuat kaldu sup atau langsung dijadikan tambahan masakan tumisan.
  10. Petis
    Ini adalah salah satu penyedap alami khas Indonesia yang tak bisa diabaikan. Meski mungkin penggunaannya terbatas namun petis yang dibuat dari seafood sangat efektif menambah gurih dan sedapnya makanan.
  11. Rumput Laut

Rumput laut juga memiliki banyak kandungan seperti yodium dan seng. Penggunaan rumput laut ini sendiri bisa dibuat dengan cara direbus menjadi kaldu yang multi fungsi sebagai sup, tambahan saus maupun sebagai tambahan pada tumisan yang tentunya menghasilkan rasa yang umami.

Sekian penyedap makanan alami tanpa MSG yang bisa digunakan untuk berbagai makanan. Tentu masih banyak lagi makanan yang bisa jadi penyedap. Jadi jangan bergantung pada penyedap rasa yang tidak alami ya, Hypermart Lovers!

Leave a Reply

You may also like

Tips Selalu Sarapan Setiap Hari


Bagaikan peluru pada pistol, begitulah seharusnya sarapan pada kegiatan seharian Hypermart Lovers. Sarapan akan memperlengkapi Hypermart Lovers dengan tenaga dan energi untuk menghadapi hari setelah 'berpuasa'…



Ragam Tradisi Lebaran di Indonesia


Tak terasa momen Hari Raya Idul Fitri tinggal…



Ternyata 3 Jenis Ikan Bermanfaat Untuk Si Kecil


Bunda pastinya ingin memberikan gizi terbaik untuk buah…



Alternatif Kegiatan Liburan Akhir Tahun


Penghujung tahun 2018 segera tiba, sudah waktunya Anda…



5 Tips Membedakan Madu Asli dan Palsu


Madu memang menjadi salah satu bahan minuman alami…



5 Jenis Minyak Goreng yang Lebih Sehat Untuk Memasak! No 2 Paling Mantap!


Hai, Hypermart Lovers! Bagi masyarakat Indonesia yang terbiasa dengan makanan yang  digoreng,  minyak goreng merupakan salah satu komponen penting dan bahan yang dibutuhkan. Namun, tahukah…



Bahan Pengganti Kecap Asin Agar Masakan Tetap Sedap


Kecap adalah salah satu bahan penyedap masakan yang…



Resep Molten Lava Cake untuk Rayakan Valentine!


Cokelat adalah salah satu jenis makanan favorit anak-anak…



Makanan Sisa dalam Kulkas? Jangan Dibuang!


Pastinya pernah mengalami kelebihan makanan sisa dalam jumlah…



Cara Mengolah Daging Kambing Agar Empuk dan Tidak Bau

Saat Idul Adha tiba, biasanya kulkas di rumah akan disajikan dengan daging hewan kurban yang berlimpah. Terutama daging kambing dan daging sapi.  Daging kambing dikenal sebagai daging yang mudah dicerna daripada daging sapi. Daging kambing juga memiliki kandungan protein berkualitas dan tidak mudah lenyap. Manfaat mengkonsumsi daging kambing bagi kesehatan tubuh diantaranya sebagai sumber energi, protein, zat besi, serta meningkatkan sistem kekebalan.

Olahan daging kambing biasanya adalah tongseng, sate, dan gulai. Tidak sekadar mengolah, karena pengolahan yang salah juga akan membuat rasa nikmatnya hilang. Hal ini membuat cara masak daging kambing agar empuk dan tidak bau semakin penting untuk diketahui. Jika Salah cara memasak, bukannya jadi menu Idul Adha yang lezat, malah jadi masakan yang alot dan prengus. Nah, untuk menghindari hal seperti ini Anda bisa menyimak tips-tips dalam mengolah daging kambing agar tidak alot dan prengus :

 

  1. Hilangkan lemak daging

Lapisan lemak yang menempel pada daging menjadi salah satu penyebab munculnya bau prengus pada daging kambing. Biasanya lemak berwarna putih dan menempel pada daging. Oleh karena itu, iris dan buang lemak kambing sebelum diolah. Namun karena lemak sebenarnya bisa menghasilkan rasa gurih pada olahan daging kambing, daging tak perlu benar-benar bebas lemak. Setidaknya, begitu lemak dikurangi, bau prengus juga akan berkurang.

 

  1. Jangan dicuci

Sebelum dimasak, daging umumnya dicuci bersih. Namun perlakuan ini tak berlaku untuk daging daging kambing yang akan dimasak. Daging kambing yang dicuci justru dapat mempertajam bau amis dan membuat daging berisiko semakin alot. Jadi, setelah mengurangi lapisan lemak, sebaiknya daging langsung dimasak.

 

  1. Gunakan jeruk nipis

Jeruk nipis bisa menjadi cara lain untuk mengurangi bau amis karena bisa membunuh bakteri. Terutama jika daging terlanjur dicuci, penggunaan jeruk nipis bisa menjadi solusi. Caranya, balur perasan jeruk nipis pada daging lalu diamkan sekitar setengah jam. Selain jeruk nipis, garam juga bisa digunakan untuk membantu mengurangi bau amis. Anda cukup membaluri daging dengan garam lalu diamkan sekitar satu jam.

 

  1. Daging empuk berkat daun pepaya

Daun pepaya dipercaya dapat membuat tekstur daging kambing menjadi lebih empuk. Kandungan zat papain pada daun pepaya akan membuat daging empuk tanpa perlu lama-lama dimasak. Tanpa dicuci, remas dan bungkus daging kambing yang telah dipotong bersama daun pepaya, lalu diamkan hingga satu jam. Selain daun pepaya, buah nanas juga bisa menjadi alternatif lain untuk membuat daging kambing empuk.

 

  1. Rebus bersama rempah

Sembari merebus, Anda bisa menghilangkan bau prengus dengan menambahkan rempah seperti daun jahe, serai atau kemangi pada air rebusan. Rempah-rempah ini dapat mengeluarkan aroma wangi yang mampu mengurangi bau amis daging. Selanjutnya, daging bisa diolah tanpa takut bau.

Leave a Reply

You may also like

Cintai Lingkungan, Seperti Mencintai Diri Sendiri


Tahukah Hypermart Lovers bahwa setiap tanggal 10 Januari,…



Ramadan Tiba! Siapkan Menu Praktis Untuk Sahur Dengan Tips Ini


Bulan puasa segera tiba kurang dari seminggu lagi.…



Tips Mengolah Kepiting Agar Tidak Amis


Kepiting merupakan salah satu makanan seafood yang paling…



Resep Baked Potato, Cocok Banget Untuk Sarapan Keluarga!


Sarapan sangat baik untuk kesehatan tubuh. Biasakan…



Tips Memilih Beras Berkualitas, Baik dan Sehat


Mendapatkan beras yang berkualitas memang tidak mudah. Terlebih…



Tradisi Menyambut Tahun Baru di Berbagai Negara


Tahun baru sepertinya telah menjadi suatu fenomena yang…



Resep Molten Lava Cake untuk Rayakan Valentine!


Cokelat adalah salah satu jenis makanan favorit anak-anak…



Memutihkan Gigi Secara Alami


Siapa sih yang tidak menginginkan senyum menawan yang menunjukkan sederet gigi putih. Memang naturalnya gigi manusia tidaklah putih cerah bagaikan selembar kertas putih. Gigi manusia pada umumnya…



Tips Memilih Minyak Goreng & Margarin yang Aman dan Sehat


Saat ini banyak sekali minyak goreng dan margarin…