Welcome to Hypermart
Sign in    |    Sign up

Biasanya di bulan puasa pengeluaran rumah tangga semakin membengkak. Pengeluaran kita menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan biasa. Apalagi kalau ada tawaran berbuka puasa di luar dengan sambil “reuni”, yang tadinya kita berpikir bisa menghemat pengeluaran karena intensitas makan berkurang justru malah kecolongan dengan berbagai hal yang di luar dugaan.

Bukannya  menyenangkan, terlalu banyak jadwal acara buka bersama justru bisa bikin kita jadi pusing. Padahal, seharusnya bulan puasa bisa bikin kita lebih bisa menghemat. Apalagi, maksud utama dari acara buka bersama sudah bagus, yaitu menjaga tali silaturahim. Jadi, kurang baik kalau dibarengi oleh pemborosan, bukan?

Akan tetapi, bukan hal yang mustahil juga untuk mengendalikan pengeluaran selama bulan puasa agar tetap berada di dalam jalur normal. Ada beberapa trik dan tips yang akan dapat Anda gunakan untuk bisa mengendalikan pengeluaran selama bulan ramadhan. Ikuti ulasannya yuk Hypermart Lovers!

1. Atur batas pengeluaran untuk setiap acara buka bersama

Cara pertama agar tidak boros adalah kamu harus memberi batas pengeluaran untuk setiap acara buka bersama. Untuk memutuskan berapa biayanya, kamu bisa hitung dulu keuangan harianmu dengan kira-kira jumlah jadwal bukber yang kamu punya. Misal, asumsikan saja kamu punya simpanan di luar kebutuhan harian adalah Rp 300 ribu. Dan kamu punya jadwal bukber sekitar 6 kali selama bulan puasa ini. Berarti batas pengeluaran yang perlu kamu tentukan untuk setiap acara bukber adalah Rp 50 ribu.

2. Belanja Dalam Jumlah Besar

Berbelanja dalam jumlah besar sesungguhnya bisa menghemat pengeluaran Hypermart Lovers. Jika sebelumnya kamu terbiasa untuk berbelanja sekali dalam seminggu, cobalah untuk berbelanja dalam jumlah besar dan sekali selesai. Penghematan yang kamu dapatkan sebetulnya akumulasi dari beberapa hal. Pertama, dengan belanja dalam jumlah besar dan sekaligus, kamu tidak harus membayar ulang uang parkir maupun mengeluarkan biaya bensin lagi. Kedua, toko selalu memberikan harga lebih murah pada barang yang dibeli dalam jumlah besar. Ketiga, tenaga kamu bisa digunakan untuk mengerjakan keperluan lainnya.

3. Sisihkan 20% uang gaji untuk tambahan THR

Perlu diingat kalau pengeluaran kamu akan jauh lebih besar di hari Lebaran. Nah, buat mengantisipasi hal itu, kamu perlu menyisihkan setidaknya 20% gaji sebagai tambahan uang tunjangan hari raya (THR) kamu sendiri. Misal, kamu sekarang mendapat upah UMP Jakarta sekitar Rp 3,8 juta. Berarti kamu perlu menyisihkan 20%, yaitu Rp 760 ribu. Lumayan, kan, buat tambahan THR?

4. Jaga Kualitas dan Pola Makan

Meski hanya datang sekali dalam setahun, bukan berarti puasa harus diistimewakan dengan cara mewah. Kamu tetap harus menjaga kualitas dan pola makan pada saat melakukan ibadah puasa di bulan Ramadhan ini, yang penting gizinya terpenuhi, bukan hanya masalah cita rasa makanan. Tentu kamu harus pintar dalam mengolah dan menyajikannya agar masakan sahur maupun buka puasa mampu memenuhi gizi yang cukup bagi seluruh anggota keluarga. Dengan pola yang seperti ini, bukan tidak mungkin pengeluaran kamu mampu ditekan.

5. Bawa bekal takjil dari rumah

Sebenarnya yang membuat pengeluaran lebih besar saat puasa adalah membeli takjil ketika berbuka puasa. Karena saat puasa kita merasa lapar dan haus sekali, jadi waktu belanja takjil suka khilaf, sampai-sampai harus mengeluarkan uang ekstra untuk beli makanan utamanya. Itu pun kadang takjilnya tidak habis semua. Jadinya sudah boros, mubazir juga, bukan? untuk menyiasatinya, kamu bisa membawa takjil sendiri dari rumah. Caranya? Kamu bisa bikin es buah atau kue basah sendiri, lalu simpan di kulkas. Saat waktunya buka puasa, kamu tinggal ambil takjilnya di kulkas untuk kamu makan. Hemat, bukan?